Weda – Hari kedua pelaksanaan MGMP dan KKG di MAN 1 Halmahera Tengah memasuki hari kedua. berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 di Aula MAN 1 Halmahera Tengah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Jisman Majid, S.Ag., M.Pd.I yang memberikan materi tentang implementasi pembelajaran di era digital melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang terintegrasi dengan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta).
Dalam penyampaian materinya, Dr. Jisman Majid tidak hanya memaparkan konsep pembelajaran, tetapi juga memberikan apresiasi khusus terhadap keterlibatan pimpinan madrasah dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Kepala Madrasah yang ikut serta memantau dan mengikuti kegiatan menjadi hal yang sangat luar biasa dan berbeda dari pengalaman yang pernah ia temukan di berbagai daerah di Maluku Utara.
“Di sini yang ke enam. Dan di sini Kepala Madrasah juga ikut serta. Dan ini baru pertama saya dapati. Luar biasa,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan terhadap perhatian dan dukungan penuh dari pihak madrasah terhadap peningkatan kompetensi guru melalui forum MGMP dan KKG.
Menurutnya juga bahwa keterlibatan pimpinan dalam kegiatan akademik menjadi motivasi tersendiri bagi guru untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pada sesi materi, Dr. Jisman Majid menegaskan bahwa pembelajaran di era digital perlu diarahkan pada konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
KBC menitikberatkan pada lima nilai utama yaitu cinta kepada Tuhan, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama manusia, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, pembelajaran juga harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu melahirkan peserta didik yang memiliki karakter kuat. Delapan penilaian lulusan menjadi acuan dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, kompeten, serta siap menghadapi perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya juga dijelaskan mengenai delapan program prioritas (Prosta) Kementerian Agama yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan layanan pendidikan, transformasi digital, moderasi beragama, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada aspek Ekoteologi, narasumber menekankan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan MGMP dan KKG di MAN 1 Halmahera Tengah ini diharapkan mampu menjadi ruang penguatan kompetensi guru agar semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik di era digital. (Redaksi)
Tinggalkan Komentar